Wednesday, February 13, 2019

Mengapa Selalu Ada Nasi Tumpeng di Acara Syukuran Adat Jawa?


Mungkin Anda pernah bertanya, kenapa sih selalu ada nasi tumpeng di acara sykuran adat Jawa? Memang, sekarang nasi tumpeng bukan hanya bisa Anda temukan di acara-acara adat saja. Sebab, Anda bisa pesan nasi tumpeng Jakarta Selatan kapan pun Anda menginginkannya. Tapi, kenapa selalu ada nasi ini di acara adat Jawa, sih?

Sejarah Nasi Tumpeng

Bagi Anda yang masih penasaran tentang nasi tumpeng yang selalu ada di acara adat Jawa, mungkin mengetahui sejarah dari makanan yang satu ini bisa memberi pencerahan pada Anda. Dalam kitab Tantupanggelaran yang berasal dari zaman Majapahit, diceritakan bahwa Pulau Jawa tengah terguncang.

Pada saat itu, Batara Guru dalam konsep agama Hindu memerintahkan agar Puncak Mahameru menstabilkan Pulau Jawa dengan membuat Gunung Semeru muncul di Jawa Timur. Nah, Puncak Mahameru inilah yang dipercaya sebagai letak para Dewa bersemayam. Nasi tumpeng ini pada akhirnya dijadikan sebagai representasi dari puncak gunung tersebut.

Selain itu, lauk-pauk yang ada di nasi tumpeng dengan penataan secara horizonal adalah lambang hubungan manusia dengan sesamanya dan kondisi dunia yang tenga rumit. Sedangkan untuk jenis lauknya yang biasanya ada tujuh macam, adalah filosofi dari simbol sumber daya alam bumi yang berasal dari laut, udara dan darat.

Sedangkan warna kuning dan putih pada nasi tumpeng itu memiliki arti tersendiri juga. Untuk warna kuning, melambangkan kemuliaan yang megah. Sedangkan untuk warna putih, memiliki arti kesucian yang memang hal itulah yang mencerminkan dari sebuah syukuran tersebut.

Sumber Lainnya

Meski saat ini Anda bisa menemukan nasi tumpeng dengan mudah di banyak tempat tanpa harus tunggu acara syukuran seperti dengan beli di nasi tumpeng Jakarta Selatan, sebenarnya ada cerita lain tentang nasi tumpeng yang hadir di acara syukuran adat Jawa ini. Dalam bahasa Jawa, nasi tumpeng memiliki akronik yen metu kudu sing mempeng.

Arti dari kata itu adalah kalau keluar harus yang sungguh-sungguh. Bisa diartikan juga sebagai setiap pekerjaan yang ada harus dilakukan dengan serius agar hasil yang diperoleh maksimal dan memuaskan. Bentuk nasi tumpeng itu sendiri adalah melambangkan kondisi geografis Indonesia sekarang yang terdiri dari gunung, perbukitan dan lain sebagainya.

Pada zaman dulu, semua yang disajikan dalam nasi tumpeng itu memiliki arti yang pada ringkasnya adalah agar segala sesuatu dilakukan berdasarkan peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Oleh sebab itulah nasi ini selalu hadir di acara adat masyarakat Jawa, sebagai bentuk rasa syukur.

Namun kini, Anda tak perlu lagi menunggu ada acara khusus adat Jawa untuk menikmati seporsi nasi tumpeng. Sebab, Anda bisa pesan nasi tumpeng Jakarta Selatan di Royal Tumpeng dengan bentuk yang lebih bervariasi. Masalah harga, Anda tak perlu khawatir karena cukup terjangkau dan rasanya juga oke serta cocok disajikan di berbagai acara.

0 comments:

Post a Comment