Sunday, May 26, 2019

Waspadai Gejala Batuk pada Bayi yang Berbahaya Ini


Batuk pada bayi pasti sangatlah mengganggu kesehatannya hingga menyebabkan nafsu makan menurun, mudah rewel, susah tidur dan lain sebagainya. Orang tua pun merasa khawatir akan kondisi pada anak kesayangannya ini. Terdapat beberapa gejala batuk yang harus Anda waspadai karena berbahaya untuk kesehatan si kecil.

1. Batuk Kering yang Semakin Parah pada Malam Hari
Pada umumnya, batuk pada anak akan semakin parah pada malam hari karena suhu udara yang lebih dingin. Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh asma dimana saluran udara di paru-paru menyempit dan meradang sehingga muncul lendir pada paru-paru. Lendir inilah yang membuat tenggorokan terasa gatal hingga batuk-batuk.

Apabila bayi Anda mengalami batuk yang semakin parah pada malam hari, maka Anda harus segera memeriksakannya. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang juga mengalami penyakit asma, karena penyakit ini biasanya diturunkan dari keluarganya. Dengan demikian, si kecil bisa mendapatkan penanganan dengan segera.

2. Batuk Keras Hingga Sulit Bernapas
Awalnya, bayi dapat tidur dengan nyenyak, akan tetapi batuk tiba-tiba datang hingga membuatnya sulit bernapas. Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh virus yang menyebabkan radang pada kotak suara (Laring) dan batang tenggorokan (Trakea). batuk ini biasa terjadi pada bayi berusia 6-12 bulan ketika mengalami demam.

Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan untuk meringankan batuk jenis ini adalah mengajak bayi menghirup uap air panas sekitar 15-20 menit. Cara ini membantu menghangatkan tubuh dan membuka saluran napas sehingga si kecil bisa bernapas lebih lega dan nyaman. 

3. Batuk Berdahak yang Disertai Pilek
Batuk pada bayi seringkali disertai dengan pilek karena dahak dari paru-paru yang muncul. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain batuk pilek, biasanya muncul gejala lain, seperti mata berair, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun dan lain sebagainya sehingga harus segera di atasi agar si kecil sehat lagi.

Batuk ini biasanya terjadi ketika cuaca sedang dingin dan uumumnya berlangsung selama 1-2 minggu. Flu yang terjadi pada bayi seringkali disebabkan oleh virus sehingga Anda bisa memberikan obat antibiotik pada bayi. Namun, cara ini belum cukup karena produksi lendir pada saluran napas juga harus dikurangi.

4. Batuk yang Disertai Demam
Batuk yang disertai demam biasanya berlangsung beberapa hari sehingga membuat serak suaranya dan ritme pernapasan meningkat. Kondisi semacam ini bisa menjadi tanda penyakit Bronkiolitis atau infeksi pada bronkiolus (saluran terkecil paru-paru). Saluran napas yang penuh lendir dan membengkak akan membuatnya sulit bernapas.

Penyakit ini disebabkan oleh virus pernapasan syncytial atau RSV. Pada musim hujan dan udara dingin biasanya wabah penyakit ini mulai menyebar. Untuk mengatasinya, Anda harus memastikan bahwa si kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup and juga kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik. 

Demikian beberapa kondisi batuk pada bayi yang mengkhawatirkan dan harus mendapatkan penanganan segera. Untuk informasi menarik dan bermanfaat lainnya, Anda bisa mengunjungi Orami Magazine di orami.co.id.

0 comments:

Post a Comment