Sunday, September 8, 2019

Inilah Beberapa Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter Spesialis Saraf


Dokter merupakan profesi dambaan banyak orang yang bisa mempunyai kemampuan untuk mengerti tubuh dan juga mental seseorang. Ilmu kedokteran mempunyai banyak cabang atau spesialis salah satunya adalah spesialis saraf manusia yang disebut dengan neurologi. Dokter yang menangani mengenai syaraf manusia baik dari melakukan diagnosis, mengobati, dan juga mencegah penyakit yang berhubungan dengan saraf adalah neurolog atau dokter saraf.

Ketika ingin melakukan konsultasi penyakit saraf maka Anda bisa untuk memilih dokter yang tepat. Sebelum itu juga pastikan bahwa tubuh menunjukkan gejala yang dikhawatirkan mempunyai gangguan pada kondisi syaraf yang dipunyai. Adapun untuk gejala yang akan ditimbulkan juga berbeda-beda tergantung dengan penyakit yang dialami. Untuk gejala tersebut biasanya dapat dibedakan dari tipe gangguan baik dirasakan oleh saraf motor, saraf sensorik, dan juga saraf otonom. Tetapi untuk beberapa gejala yang dapat dirasakan dan bisa menjadi tanda dari gejala penyakit saraf yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut ini:

  • Gejala pertama yang dapat dirasakan adalah mengalami sakit kepala.
  • Gejala selanjutnya adalah mengalami nyeri punggung yang menyebar hingga lengan dan tungkai.
  • Gejala lainnya adalah mengalami tremor dan kejang.
  • Gejala selanjutnya adalah mengalami kehilangan kemampuan pada otot yang melemah bahkan juga hilang.
  • Gejala lainnya adalah hilangnya keseimbangan dan juga koordinasi tubuh.
  • Kehilangan kemampuan untuk mengingat, melihat, dan mendengar.
  • Mengalami kelumpuhan dan disfagia.
Berbagai tanda tersebut merupakan hal yang harus diwaspadai dari berbagai penyakit saraf. Sehingga ketika telah mengalami berbagai gejala tersebut akan lebih baik untuk melakukan pemeriksaan di spesialis saraf untuk dapat mengetahui kondisi pasti kesehatan yang dipunyai. Misalnya saja beberapa penyakit yang dapat diderita dan mengganggu saraf adalah dari infeksi, gangguan pembuluh darah, gangguan struktural, gangguan fungsional, dan juga penyakit degeneratif. Dimana sebelum menjatuhkan diagnosis maka prosedur yang digunakan untuk dapat menentukan penyakit saraf adalah dengan:

1. Melakukan penelusuran terhadap riwayat kesehatan

Hal pertama yang dilakukan untuk melakukan diagnosis yang tepat pada kondisi dan gejala yang dialami oleh pasien adalah dengan melakukan penelusuran riwayat kesehatan. Hal ini merupakan langkah pemeriksaan awal dan ditanyakan oleh dokter untuk mengetahui kondisi riwayat kesehatan dari pasien. Misalnya beberapa hal yang perlu diketahui dan diperiksa adalah dari keluhan yang dirasakan, riwayat penyakit pada keluarga, riwayat operasi, jenis obatan yang dikonsumsi, dan juga gaya hidup dan kebiasaan yang dilakukan yang dapat untuk menjadi pemicu timbulnya penyakit saraf.

2. Pemeriksaan fisik

Hal selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik. Hal ini dapat dengan beberapa cara seperti dibawah ini:

  • Mengukur tinggi dan berat badan pasien.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan juga denyut jantung.
  • Melakukan pemeriksaan kondisi pasien secara umum.
  • Melakukan pemeriksaan kondisi saraf pasien dari gaya berjalan, cara berbicara, refleks, dan berbagai pemeriksaan saraf lainnya.

3. Pemeriksaan penunjang

Hal terakhir yang dilakukan untuk dapat menjatuhkan diagnosis adalah dokter spesialis saraf bisa melakukan pemeriksaan penunjang. Dimana beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dari melakukan:

  • Pemeriksaan laboratorium yang melakukan tes darah, tes urine, dan juga biopsi.
  • Pemeriksaan radiologi dengan gelombang sinar dengan beberapa pemeriksaan dari foto rontgen hingga CT scan.
  • Pemeriksaan tes kondisi saraf melalui berbagai tes seperti EEG, EMG, hingga polisomnogram.
  • Pemeriksaan celebral angiography untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah.
  • Pemeriksaan fungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan otak dan saraf tulang belakang.

0 comments:

Post a Comment